Awal Dari Gerbang Impian

Besok adalah hari yang cukup penting, setidaknya untuk diriku secara pribadi karena besok adalah presentasi pra-TA bab I. Aku menyebutnya sebagai awal gerbang mimpi, artinya tahun depan aku bersiap menuju tempat baru yang tidak tahu dimana namun aku akan mencoba mewujudkan impianku. Entah dimana itu tapi aku akan mencobanya semampu aku bisa lakukan. Mumpung juga sudah tidak ada intervensi dari banyak pihak, tidak seperti ketika memasuki kuliah dulu.

Saat memasuki kuliah ada banyak syarat dan kondisi yang harus dipenuhi. Pusing, selain itu pada waktu itu aku masih terlalu memperhatikan aturan-aturan dan saat ini aku jauh lebih cuek terhadap aneka aturan atau kesepakatan-kesepakatan. Saat ini aku hanya ingin benar-benar menjalankan apa yang aku mau. Sudah bosan mengikuti banyak aturan dari orang lain yang justru membuat aku mengalami keterpurukan, sedihnya karena orang lain maka sepanjang waktu jika merasakan ketidaknyaman maka menyalahkan diri sendiri dan orang yang memberikan pilihan yang sifatnya setengah memaksa.

Sudah cukup 10 tahun hidup dalam banyak kekecewaan akibat telalu mendengarkan orang lain. Aku ingin melakukan atas inginku. Jikapun nanti kecewa aku tidak akan menyalahkan siapapun dan tidak lagi muncul kata hiburan “ini rencana Tuhan” atau apalah. Aku mulai bosan dengan kata-kata itu. Paingan adalah padang gersang terakhir yang seharusnya kulalui, sudah waktunya aku memasuki daerah yang teduh dan indah. Sudah cukup aneka kenangan tidak menyenangkan. Paingan kuharapa menjadi sebuah penutup yang cukup enak, meski tidak sedikit juga kekecewaan yang harus aku jalani karena banyanya hal yang tidak seharusnya terjadi. Yah, kuharap besok dapat kulakukan dengan masksimal dan menjadi sebuah pembuka menuju gerbang impianku yang tidak jauh disana.

One Word Can Change Anything

Satu kata dapat mengubah segalanya? Benarkah hal itu? Rasanya sangat tidak mungkin, terlalu mengada-ada dan seperti sebuah magic yang kita kenal dalam dunia cerita-cerita seperti Harry Potter, Timun Emas dan banyak cerita-cerita lainya. Sangat tidak mungkin. Pada awalnya saya secara pribadi juga tidak percaya. Bagaimana bisa sebuah kata dapat mengubah segalanya? Mustahil, apalagi seisi alam dunia sudah tahu untuk mengubah sesuatu hal perlu banyak hal yang dilakukan dan tidak sedikit memakan banyak energi. Misal untuk mengubah uap menjadi sebuah energi untuk kehidupan seperti yang dilakukan James Watt, ia melakukan riset yang tidak sebentar, atau Edison yang menemukan Lampu pijar harus membuat percobaan beratus kali hingga berhasil. Mustahil.
Tapi tunggu dulu, mungkin pengalaman tersebut tidak terlalu menarik tapi menurut saya cukup memberikan gambaran bahwa “One Word Can Change Anything” adalah benar. Beberapa hari yang lalu saya melakukan komen di sebauh account facebook seorang teman yang bertanya tentang tempat berjualan Gudeg. Saya memberikan jawaban beberapa tempat namun entah mengapa salah seorang teman tidak suka dengan yang saya lakukan, ia membalas komen saya dengan kalimat “Sok Tau”. Sejak hari itu setiap saya ingin komen ke teman lain saya menjadi ragu dan tidak berani karena takut. Contoh lain yang benar-benar one word (karena yang barusan 2 word) adalah saya selalu diledekin “Banci” (satu kata) hanya karena badan saya yang lentur dan suara yang aneh. Sejak hari itu setiap saya ingin berbicara dan berjalan di muka umum membuat saya berfikir ulang, takut mendapat kata itu lagi.
Cukup jelas satu kata “******” membuat saya seperti ketakutan dan akhirnya membuat kepercayaan diri saya hilang. Meski kejadianya sudah sangat lama namun sampai hari ini kepercayaan diri saya sangat sulit saya dapatkan. Sebuah kata mempu membuat seseorang berfikir ulang tentang dirinya dan apa yang terjadi serta membuat sebuah dampak yang besar bagi hidupnya. Secara ilmu hipnotis, kata memang diakui mampu memberikan sebuah sugesti yang besar bagi seseorang. Membuat orang termanipulasi dan mendorong untuk melakukan sesuatu. Jadi cukup jelas bahwa sebuah kata mampu membuat sebuah perubahan besar bagi setiap orang. Dengan kata lain sebuah kata jika diterapkan dengan baik dapat membantu seseorang untuk membuat hidupnya lebih baik, dan tidak hanya membuat orang terpuruk seperti contoh saya.
Pada dasarnya sebuah kata memang untuk kebaikan bukan untuk membuat orang lain down. Hanya saja efeknya memang jauh lebih ampuh untuk menjatuhkan karena siapa sih yang suka dipermalukan atau disinggung sesuatu yang buruk karena setiap orang ingin dikenal sebagai dirinya sendiri apa adanya tanpa menyinggung hal-hal yang tidak penting. Meski seperti itu, merasakan sesuatu hal dan membuatnya terasa hidup tentu berada ditangan si orang tersebut. Jika ia mampu memimalisir dampak buruk kata yang ia dengar pastinya tidak akan memberikan dampak yang terlalu berlebihan seperti saya, artinya jika kita mampu memberikan “kesempatan” kata-kata yang bagus untuk bekerja dengan cepat dalam diri kita pasti akan memberikan efek yang bagus pula. Dengan kata lain efek manipulasi setiap kata tergantung dari kita sendiri.
Maka jangan biarkan kata-kata buruk membuat anda teracuni, maka biarlah kata-kata baik membantu anda. Pilihan sumber-sumber yang kaya akan kata-kata yang dapat membantu anda maju, kurangi sumber yang menyajikan kata-kata kurang baik. Hal yang paling penting lagi kendalikan kata-kata anda, karena dapat membuat hidup orang lain berubah. Jadi gunakan mulut anda untuk hal baik, kata-kata yang baik pula.

Im Special

Terlalu pede mungkin jika mengatakan demikian namun biarlah, karena saat ini yang sedang aku bangun adalah sebuah rasa percaya diri untuk diriku yang selama ini seperti membiarkan diri menggunakan aneka topeng dan tidak berani menunjukan diri sepenuhnya. Hal ini didasari pada beberapa hal yang terjadi pada minggu-minggu ini, beberapa peristiwa membuat aku tersadar betapa spesialnya diriku. Maklumlah selama ini aku seperti dibuat tidak memiliki arti bahkan berguna namun jika melihat banyak hal yang terjadi ternyata aku mampu mengubah beberapa keadaan dan membuka itu sebagai sebuah bentuk penyadaran. Salah satunya adalah yang dilakukan sebuah stasiun televisi, seorang penyiarnya meminta untuk memberi saran bagaimana agar acara menjadi lebih menarik, melalui sebuah situs jejaring sosial aku memberikan saran dan ternyata beberapa hari ini acara tersebut berubah konsep menjadi seperti yang aku sarankan. Meski si penanya tidak pernah memberika ucapan terimakasih, ternyata ide tersebut digunakan. Okelah mungkin ada banyak orang yang memberikan saran serupa, namun pada dasarnya aku telah ikut serta dan didengarkan meski tidak mendapat sebuah feed back yang baik misal sekedar terimakasih.

Ternyata sadar atau tidak sadar, banyak hal yang sudah terjadi atas ideku namun tidak pernah mendapat feed back yang baik. bahkan tidak diperdulikan. Ternyata ketidakpedulian itu yang membuat aku demikian tidak percaya diri.banyak pihak yang memandang aku secara sebelah mata meski mereka merasa terbantu dengan yang aku lakukan sehingga membuat aku tidak berani menampilkan diri. Yah, menyakitkan. Tercatat beberapa gebrakan yang cukup berpengaruh, seperti saat pentas sebuah drama ketika SMA. AKu sebagai salah satu pemain mendesain sendiri baju pentasku dan hal itu berhasil memikat banyak orang. Hal lain aku juga pernah menjadi anggota jurnalistik meski hanya ditempatkan sebagai desain layout, merika cukup terpikat dengan desain ku dibuktikan dengan tetap mempertahankan diriku meski aku tidak pernah datang sampai aku secara tegas mengatakan mundur karena tidak adanya penhargaan sedikitpun meski hanya sekedar ucapan terimakasih. Hal alin aku juga pernah ikut serta mengurus sebuah jurnalistik pada oragnisasi lain, beberapa tulisanku menjadi salah satu top rate dan lagi-lagi minim perhatian.

Aku tidak mengerti mungkinkah diriku tidak pernah layak mendapatkan sesuatu yang sebaiknya aku dapatkan, karena banyak hal lainya juga diperlakukan sama. Sebelah mata, bahkan tidak dilihat. Mungkin jika hanya satu atau dua kali tidak terlalu bermasalah, sadar atau tidak itu terjadi dari aku kecil. Aku ingin sedikit saja dihargai dan tidak dipandang sebagai anak bawang secara terus menerus seperti ketika bermain bersama anak-anak tetangga. Hal itu membuat aku kerap ragu dengan kemampuanku. Namun sekarang ini aku sadar bahwa aku tidak buruk hanya dunia saja yang tidak pernah menghargainya jadi buat apa aku menuntut penghargaan karena aku berharga tanpa itu semua. Aku bertekat untuk lebih percaya diri dan membuat banyak karya-karya yang lebih bagus lagi, karena pada kenyataanya ideku cukup digunakan jadi mengapa aku harus ragu dan malu. Aku tercipta spesial, memiliki banyak hal yang mungkin berguna untuk banyak orang. So im spesial, n why meski ragu.

Tidak Seburuk Itu[bangga pada diri itu perlu]

Beberapa tahun yang lalu aku pernah memimpin sebuah sub acara, acara itu meski menui sedikit tentangan dan juga cibiran dari sana-sini namun sukses. Bukan hanya sekedar jumlah pengunjung yang mengikuti tetapi juga kesiapan dalam menerima tamu-tamu hingga 90% berkata puas. Secara materi aku memang tidak begitu paham karena baru beberapa bulan mempelajari dan sudah begitu tidak ada pembimbing, secara otomatis segala meteri harus menyusun sendiri, dan mengira-ira seperti apa yang pas untuk orang-orang yang datang. Ternyata berhasil dan anggota yang sebelumnya tidak pernah menggunakan aplikasi cukup berhasil juga dalam menerangkan materi pada para tamu setelah serangkaian pelatihan.

Hari ini aku juga mengalami, hanya saja dengan level yang lebih tinggi sebagai pelatih atau pendamping kelas yang sama. jika melihat jumlah pengunjung memang luar biasa kalah karena sistem promosi yang jauh lebih baik. Namun secara penguasaan materi para anggota sedikit jauh berbeda. jika dulu aku merasa itu tidak ada apa-apa namun ak baru sadar sekarang, aku cukup berhasil melakukan persiapan dan membidik materi yang tepat untuk orang-orang. Setidaknya aku tidak melakukan hal yang terlalu buruk, selama ini aku hanya merasa yang aku lakukan hanyalah sebuah kesia-siaan yang tidak ada artinya. Namun aku salah, hanya diriku sendiri yang tidak menghargai itu, dan tidak sedikitpun mau berbangga diri dengan apa yang telah diperoleh sehingga pada akhirnya aku sering mengalami krisis percaya diri. Padahal seharusnya itu tidak terjadi karena apa yang kulakukan cukup baik meski masih memiliki kekurangan dan itu adalah hal wajar karena tidak ada yang sempurna.

Mungkin selama ini aku kurang percaya diri karena aku tidak bisa menghargai apa yang telah aku lakukan. Misal tentang penampilan, berbicara dengan orang baru dan banyak hal. Padahal aku tidak perlu mengkuatirkan apapun, karena pada dasarnya aku memang tidak sempurna but im alright, jika tidak mana mungkin ketika SMP dulu diundang sebuah agency model jakarta untuk audisi menjadi model mereka? Artinya aku memiliki daya tarik sendiri, setidaknya dari fisik, beberapa tulisanku juga sempat menjadi trafik tertinggi di wordpress, cerita-ceritaku menjadi kesukaan beberapa teman, beberapa rancangan bajuku diburu beberapa sahabat, dan banyak hal-hal lainya. Jadi tidak seburuk itu, maka percaya diri dan tetap menjadi diri sendiri. Bangga pada diri sendiri ternyata perlu juga ya…

 

Dua bulan Lagi:[ Hope So I Can ]

Seperti tahun-tahun sebelumnya tahun ini sepertinya akan gagal lagi rencan-rencana yang sudah kususun. penyebabnya seperti yang sudah-sudah kurangnya tekad dan percaya diri, so akhirnya rusak sudah. Mungkin masih ada sedikit harapan dalam 2 bulan yang masih tersisa namun sepertinya ketidak yakinan yang membuat demikian.

Sebenarnya apa yang aku inginkan bukan sebuah hal yang terlalu muluk-muluk amat, hanya sekedar suatu yang sifatnya fun namun cukup penting. aku ingin membuat sebuah buku cerita sebagai wujud kesukaan pada buku-buku fiksi yang menarik. ingin rasanya memiliki satu buah dari hasil karya sendiri. Selama ini sudah banyak yang aku tulis namun semua hanya setangah porsi saja. tidak tahu kenapa aku tidak bisa menyelesaikanya. Bukan tidak bisa lebih tepanya selalu membandingkan dengan karya orang lain, rasanya selalu tidak layak meski kadang bila membaca ulang tidak ada yang salah dengan tulisanku hanya perlu lebih detail lagi.

Aku harap 2 bulan yang masih bersisa ada sesuatu yang bisa aku lakukan dan benar-benar yakin bisa. Pada dasarnya karya tersebut hanya sekedar untuk membuktikan bahwa aku mampu percaya pada diriku. Lebih dari itu nanti dulu. Semoga di tahun ini aku bisa melakukanya.