Mimpi dalam Perpisahan ini…

Kata berbisah adalah kata yang paling menyedihkan untuk dikenang. Kata itu juga yang membuat segalanya terasa begitu berat meski sebenarnya kata berpisah adalah salah satu kata indah jika melihat kontek peristiwanya. Hari ini aku akan mengatakan berpisah untuk tangerang. Tempat pertama yang menjadi sebuah perlintasan hidupku yang memberi makna yang begitu indah untuk hidupku. Sebelumnya luar biasa aku ketakutan dengan segala hal yang ada namun hari ini jika aku boleh mengekspresikan perasaanku, aku ingin menangis. Ingin menangis karena entah kapan lagi aku akan mengalami ini. Entah kapan lagi aku kembali, aku sangat-sangat berterimakasih sekali dengan segala yang telah mereka berikan sebuah rasa yang tidak akan pernah tergantikan dengan apapun di dunia ini.

Aku baru sadar selesai pekerajaanku dan segera memulai hal baru ternyata tidak seindah bayanganku. Aku harus melepaskan banyak hal indah meski jika hari-hari lalu aku mengatakan itu semua tidak indah. Dari dawai lagu you dari sebuah kartun yang selalu kudengar setiap malam. Aku merasakan betapa beratnya namun aku benar-benar tidak bisa bertahan, banyak mimpi orang lain bergantung padaku dan membuat aku merasa bahwa aku harus melakukan itu demi mereka. Ada beberapa sahabat yang menanti aku demi mimpi mereka dan menyelamatkan mereka dari kehidupan mereka. Meski sebenarnya itu bukan tanggungjawabku tapi aku sahabat mereka aku tidak mau mereka hanya berharap, aku mau mereka merasakan betapa manisnya hidup jika banyak hal yang mendukung untuk maju. Aku mau mereka merasakan itu, aku tidak ingin melihat hidup mereka hanya dalam sebuah pengharapan tanpa pernah merasakan hidup perjuangan akan mampu mengubah kehidupan.

Cerita mayan yang membuat aku terdorong sedemikian hingga untuk melakukan ini. Kemiskinan begitu mengikat sehingga tidak akan pernah membuat para manusia-manusianya terlepas kecuali tanpa bantuan orang lain meski telah begitu besar berharap dan mencoba namun kehidupan tetap disana. Dari pancaran wajah-wajah orang-orang ditepi jalan jakarta itu semua aku berani menyimpulakan. Mereka tidak malas mereka tidak pernah menerima nasib mereka begitu saja, setiap hari setiap waktu mereka berusa dan mengubah hidup. Namun hidup tiada pernah berubah. Aku mungkin tidak terlalu beruntung namun lebih baik dari mereka sehingga aku ingin berbuat sesuatu. Dan jalan itu adalah aku harus sukses terlebih dahulu dan jalan itu saat ini ada dihadapanku dan aku harus mencoba demi mereka dan mimpiku. Aku tidak ingin kehidupan biasa terus menerus menghidupi para sahabatku. Aku mau mereka terus maju, terus berusaha dan yakin segalanya akan berubah…Itlah tekadku selama melihat aneka diorama manusia-manusia Jakarta…Aku harus berbuat sesuatu….entah apapun itu asalkan mampu memberikan sesuatu…

Tinggalkan Balasan